Wednesday, 4 November 2015

Guru Suka Bertanya


Pertanyaan yang biasanya muncul di dalam kelas ada dua jenis. Pertama adalah pertanyaan siswa yang ingin tahu atau belum jelas. Kedua adalah pertanyaan guru untuk mengecek pemahaman siswa. Sekilas dua pertanyaan inilah yang menunjukkan bahwa proses belajar mengajar telah berlangsung dengan efektif.

Tapi belum! Ada satu jenis pertanyaan yang sebenarnya akan berdampak luar biasa bagi dunia pendidikan. Ia adalah pertanyaan dari guru namun dengan jiwa siswa. Yaitu pertanyaan yang memang karena ingin tahu, karena merasa belum benar-benar tahu sehingga guru terhindar dari sikap sok tahu dan gampang menyalahkan apabila menemui pendapat yang berbeda dengan pengetahuannya. Guru yang seperti ini juga akan memiliki pintu hati yang lebar, artinya kebesaran jiwa untuk mendengarkan berbagai pikiran dan bahkan keluhan siswa.

Pertanyaan untuk mengecek pemahaman siswa memang bagus. Namun belum cukup untuk menjadi guru yang berdampak besar. Guru seperti ini biasanya telah merasa cukup tahu (kadang sok tahu ketika harus menjawab pertanyaan siswa namun masih ragu akan jawabannya). Dan itulah sebenarnya kematian bagi jiwa belajarnya.


Monday, 2 November 2015

Guru Menghargai Talenta


Gardner cukup mengguncang dunia ketika ia mengatakan bahwasannya tidak ada manusia yang bodoh. Yang ada hanyalah mereka yang tidak menghargai kelebihan dan talenta yang dimilikinya. Terlalu larut dengan pandangan orang-orang di sekitar bahwa apa yang mereka miliki itu tidak berguna.

Cara berpikir harus dirubah. Keunikan setiap manusia pastinya bermanfaat. Hal itu diciptakan oleh Allah secara adil sebagai jalan bagi kita agar dapat saling memberi manfaat satu sama lain. Karena itu lihat diri anda lebih dalam lagi. Hapus sikap rendah diri itu. Hargai kelebihan-kelebihan yang anda miliki. Kemudian perjuangkan agar ia juga menjadi berharga di mata orang banyak. Eksplorasi dan kembangkan permata dan berlian yang terkandung dalam diri anda. Asahlah hingga kilaunya sanggup menggerakkan hati.

Jika hal ini dapat anda lakukan pada diri, maka ajarkan kemampuan itu kepada siswa-siswa anda di sekolah. Juga anak-anak dan keluarga anda. Mari kita wujudkan pribadi-pribadi unggul.

Rekomendasi